,

Kabar Indonesia

Kabar Dunia

International

Latest Updates

Tampilkan postingan dengan label Kabar Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kabar Indonesia. Tampilkan semua postingan

Wagub Jabar: “Jika Penista Agama Dibiarkan Bebas, Ini Akan Jadi Sumber Perpecahan NKRI”

20.50
•

BANDUNG Mediasangmuslim.com -  Wakil Gubernur Jawa Barat,Deddy Mizwar menegaskan,jika tersangka penistaan agama Gubernur DKI Jakarta non-aktif, Ahok Alias Basuki Tjahaja Purnama dibiarkan bebas,maka akan menjadi sumber perpecahan bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Jika penista agama dibiarkan begitu saja apa lagi Statusnya Sidah Tersangka namun masih bebas,ini sangat berbahaya,ini akan menjadi sumber perpecahan di NKRI ini” tegasnya kepada wartawan, termasuk Mediasangmuslim.com,di depan Gedung Sate -Bandung Jawa Barat Jumat 18/11/16 yang lalu.
Deddy Mizwar mengatakan,umat Islam sudah membuktikan dalam Aksi 411 dengan melakukan demonstrasi  yang tertib Aman Dan Damai Selama ini lanjutnya,belum pernah terjadi dalam sepanjang sejarah 2,3 juta orang berdemo dengan tertib damai dan aman seperti Demo Aksi Damai Bela Agama II pada Tanggal 4/11/16 Atau yang Di sebut 411.
“Umat Islam itu beradab,tapi kenapa kok dibilang barbar,Umat Islam dengan tulus berjuang dengan keimanan,tetapi dituduh menerima uang 500 ribu”tuturnya menyinggung ucapan Ahok dalam sebuah wawancara dengan  Media ABC News pada Rabu 16 November 2016 lalu.
Deddy Mizwar menilai semua tudingan itu akibat Ahok tidak ditahan.
“Sudah kitab suci dihina,umatnya sekarang yang dihina,Akhirnya kan bertambah besar akumulasinya,Kalau tidak ditahan, ini akan menjadi sesuatu yang bergulir sangat besar dan sulit dikendalikan,”tuturnya.
Karena itu, menurutnya, langkah pertama yang harus dilakukan oleh aparat penegak hukum adalah menahan Ahok. “Karena kalau dia di luar dia tak mungkin bisa menahan mulutnya,” terangnya.
Deddy khawatir jika aparat penegak hukum tidak bersikap adil negara ini akan diinjak-injak dan hancur oleh seorang Ahok.
“Oleh karena itu proses ini harus kita kawal dan Ahoker jangan membuat friksi-friksi baru yang membuat umat Islam marah,” tegasnya.
Deddy Mizwar hadir di tengah-tengah ribuan peserta Apel Siaga Umat Islam Jabar untuk menggantikan Guberur Ahmad Heryawan yang berhalangan hadir karena diundang presiden ke istana.

Tulisan Terbuka Untuk Presiden Dari Zumazalla Sogo Untuk Presiden

21.30
•

Jakarta Mediasangmuslim.com -Kabar Medsos,di akun Media Sosial Facebook atas nama zumazala sogo melayangkan Protes melalui Wall yang di tunjukan untuk Presiden Republik Indonesia wall itu mengenai TOLERANSI BERAGAMA adapun kutifan Zumazalla Sogo sebagai Berikut:

ASSALAMUALAYKUM WARRAHMATULLAHI WABARAKATUH..

TULISAN INI SAYA TUJUKAN KEPADA YANG TERHORMAT BAPAK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA BESERTA JAJARAN DAN STAFNYA....

saya mengajak BAPAK PRESIDEN BESERTA JAJARAN DAN STAFNYA untuk BERPIKIR YG MASUK AKAL SEHAT dan bisa diterima oleh HATI YG BERSIH...

apakah UMMAT ISLAM di MYANMAR mendapatkan TOLERANSI BERAGAMA dari PENGANUT AGAMA MAYORITAS disana...???
sehingga terjadi PEMBANTAIAN SECARA KEJI DAN PENYIKSAAN KEPADA SEMUA UMMAT ISLAM disana yg DILAKUKAN OLEH PENGANUT AGAMA MAYORITAS disana...!!

apakah UMMAT ISLAM di PALESTINA mendapatkan TOLERANSI BERAGAMA dari PENGANUT AGAMA MAYORITAS disana...??

sehingga dari dulu RAKYAT PALESTINA tidak bisa menikmati KEMERDEKAAN HIDUP di TANAH AIRNYA sendiri..
setiap hari terjadi PEMBUNUHAN TERHADAP RAKYAT PALESTINA yg DILAKUKAN OLEH TENTARA ZIONIS ISRAEL...

apakah UMMAT ISLAM di PAPUA mendapatkan TOLERANSI BERAGAMA dari PENGANUT AGAMA MAYORITAS disana..??

sehingga terjadi PEMBAKARAN MASJID yg dilakukan OLEH PENGANUT AGAMA MAYORITAS disana...

JAWABNYA ADALAH : UMMAT ISLAM YG YG MENJADI MINORITAS DISUATU DAERAH TIDAK PERNAH MENDAPATKAN TOLERANSI DARI PENGANUT AGAMA MAYORITAS DISANA...

lalu ada SEBAGIAN ORANG INDONESIA mengatakan BAHWA UMMAT ISLAM YG IKUT DEMO DAMAI untuk MENUNTUT SEORANG AHOK yg MENISTA dan MELECEHKAN ALQUR'AN adalah UMMAT ISLAM YG TIDAK TOLERANSI...??

TOLONG LIHAT PAKAI MATA YG SEHAT...
TOLONG BERPIKIR DENGAN AKAL YG JERNIH...

TOLONG GUNAKAN HATI YANG BERSIH....

kalau UMMAT ISLAM yg ikut DEMO DAMAI ITU TIDAK TOLERANSI TENTUNYA sudah terjadi KERUSUHAN SEBELUM PUNCAK AKSI....

andai TIDAK TOLERAN tentu berapa banyak KORBAN DARI PENGANUT AGAMA MINORITAS...

SANGAT MUDAH DAN SANGAT MAMPU UMMAT ISLAM UNTUK MEMBUAT KEHANCURAN BAGI SIAPAPUN PENGANUT AGAMA MINORITAS DIJAKARTA....

BAHKAN TIDAK HANYA DIJAKARTA...

DIDAERAH LAINPUN UMMAT ISLAM SANGAT BISA DAN SANGAT MAMPU MEMBUAT PENGANUT AGAMA MINORITAS MENJADI TERTINDAS....

namun APA YG TERJADI...???

TIDAK ADA satupun kejadian yg menunjukkan UMMAT ISLAM adalah UMMAT YG BAR2 ANTI TOLERANSI....

ISLAM MENGAJARKAN KEDAMAIAN...
ISLAM MENGAJARKAN KERUKUNAN..

ISLAM MENGAJARKAN KERUKUNAN...

ISLAM MENGAJARKAN MENGHORMATI PENGANUT AGAMA LAIN...

ISLAM MENGAJARKAN UNTUK MEMAAFKAN...

ISLAM JUGA MENGAJARKAN KEBERANIAN...

ISLAM JUGA MENGAJARKAN PENGORBANAN....

ISLAM JUGA MENGAJARKAN PEMBELAAN TERHADAPA AGAMA...

ISLAM JUGA MENGAJARKAN UNTUK MEMATUHI HUKUM SUATU NEGARA...

ISLAM ADALAH AGAMA INDAH YANG PALING MEMAHAMI ARTI TOLERANSI...

YANG DITUNTUT UMAT ISLAM HANYALAH KEADILAN BAHWA SEORANG AHOK HARUS DITANGKAP DAN DIPENJARA SESUAI HUKUM DI NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA KARNA TERBUKTI MELECEHKAN ALQUR'AN KITAB SUCI AGAMA YANG PENGANUTNYA TERBESAR DI INDONESIA...

saya SANGAT2 BERHARAP BAHWA BAPAK PRESIDEN BESERTA JAJARAN DAN STAFNYA JANGAN TERBALIK MEMAKAI LOGIKA....

JANGAN MENGATAKAN UMMAT ISLAM TIDAK TOLERAN...

JANGAN MENGATAKAN UMMAT ISLAM ADALAH ANCAMAN KEBHINEKAAN...
JANGAN MENGATAKAN UMMAT ISLAM ADALAH ANCAMAN KEUTUHAN NKRI...

JANGAN MENGATAKAN UMMAT ISLAM DIBAYAR DAN DITUNGGANGI AKTOR POLITIK KARENA AKSI INI ADALAH BUKAN URUSAN POLITIK...

TOLONG PAK JANGAN BILANG BEGITU...

tentu BAPAK PRESIDEN beserta JAJARAN dan STAFnya adalah MANUSIA2 yg MASIH MEMPUNYAI AKAL SEHAT dan HATI BERSIH sehingga TIDAK MEMBOLAK BALIKKAN LOGIKA PEMIKIRAN MANUSIA NORMAL....

DARI ZAMAN BANGSA INI BELUM MERDEKA UMMAT ISLAM SELALU BERADA DI BARISAN TERDEPAN DEMI KEMERDEKAAN BANGSA INI...!!!!

dan SEKARANG UMMAT ISLAM BERADA DI BARISAN TERDEPAN UNTUK MEMPERTAHANKAN BANGSA INI DARI TINDAKAN2 YG MEMECAH BELAH KERUKUNAN UMAT BERAGAMA YG SUDAH DICAPAI OLEH BANGSA INDONESIA YANG SANGAT KITA CINTAI INI....

JANGAN MENAKUT2I UMAT ISLAM DENGAN PELURU...
JANGAN MENAKUT2I UMAT ISLAM DENGAN PASUKAN...
JANGAN MENAKUT2I UMAT ISLAM DENGAN KEMATIAN...

KARNA DEMI ALLAH KAMI UMAT ISLAM TIDAK SEDIKITPUN TAKUT DAN GENTAR DEMI MEMBELA AGAMA DAN BANGSA INDONESIA KAMI TERCINTA....

SEMOGA BAPAK PRESIDEN MASIH BISA TOLERANSI TERHADAP UMAT ISLAM DI INDONESIA

KALAU DIDAERAH DAN NEGARA LAIN YG UMAT ISLAMNYA MINORITAS SEHINGGA PASRAH HARUS TERANIAYA OLEH PENGANUT AGAMA MAYORITAS DISANA...

INGATLAH WAHAI BAPAK PRESIDENKU YG TERHORMAT....

DI INDONESIA INI KAMI UMAT ISLAM ADALAH PENGANUT MAYORITAS....

UMAT ISLAM TIDAK AKAN DIAM DITINDAS..

UMAT ISLAM TIDAK AKAN DIAM KALAU AGAMANYA DILECEHKAN...

UMAT ISLAM TIDAK AKAN DIAM DISAAT KITAB SUCINYA DINISTAKAN....

KAMI MENUNTUT AGAR PEMERINTAH INDONESIA DIBAWAH PIMPINAN BAPAK PRESIDEN BISA ADIL DAN TOLERANSI SERTA BERSIKAP BIJAKSANA AGAR BISA MENGHARGAI PERBEDAAN DAN MENJAGA KEUTUHAN NKRI YG BER BHINEKA TUNGGAL IKA INI...

oh iya pak PRESIDEN saya juga pengen bertanya 1 HAL yg sampai saat menulis ini menjadi pertanyaan yg mengganjal dihati saya...

sehingga saya SANGAT SANGAT INGIN TAHU apa jawaban BAPAK PRESIDEN....

ini pertanyaan saya pak :
KENAPA BAPAK PRESIDEN MENGUNDANG PARA PELAKU PEMBAKARAN MASJID DI TOLIKARA KE ISTANA NEGARA DAN MAKAN BERSAMA BAPAK...??

TAPI KENAPA KEMAREN TGL 411 BAPAK TIDAK BERSEDIA MENEMUI ULAMA DAN UMAT ISLAM YANG DATANG KE ISTANA UNTUK MENEMUI BAPAK PRESIDEN YG TERHORMAT...???

ini PERTANYAAN yg sangat mengganggu pikiran saya dan menimbulkan banyak PRASANGKA BURUK tentang BAPAK PRESIDEN...

maka dari itu saya SANGAT INGIN TAHU JAWABAN LANGSUNG DARI BAPAK...

WASSALAMU'ALAYKUM WARRAHMATULLAHI WABARAKATUH.

Surabaya, Jumat 16 November 2016
UMAT ISLAM WARGA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Muhammad Ali Ridho Assegaf
#GILAsuratiPRESIDEN
#GILAcintaNKRI
#GILAumatISLAM
#GILAjugaTOLERANSI
#GILAbukanJAHIL

*Silahkan disebarkan agar in syaa Allah bisa dibaca oleh yg bersangkutan dan juga masyarakat yg lain dan semoga bermanfaat*...

✅ sumber Selengkapnya :
https://mobile.facebook.com/story.php?story_fbid=1842161866020960&id=100006814920741&refid=7&_ft_=qid.6354528720611037921%3Amf_story_key.-9031259408385051287%3Atop_level_post_id.1842161866020960

Editor Berita:ilham efendi

Grab Indonesia Dikecam Netizen setelah Kicauan Dukungan terhadap Ahok

03.16
•

Jakarta Mediasangmuslim.com – Heboh Greb Indonesia Mendukung Ahok Si Penista Agama
Salah satu perusahaan aplikasi pemesanan transportasi Online Grab Indonesia,dikecam masyarakat pengguna internet karena dinilai mendukung salah satu calon Gubernur non aktif DKI Jakarta ahok.
hari Rabu 16 November 2016 kemarin,salah satu akun resmi perusahaan Greb Indonesia itu Melalui Kicawan Di Akun Sosial Twitter yang ber ID @GrabID, dikabarkan berkicau soal dukungannya terhadap cagub non aktif DKI jakarta Ahok (Basuki Tjahaja Purnama).

“Grab Indonesia mendukung
@basuki_btp #KamiAhok.”

demikian dikicaukan @GrabID tampak pada catatan waktu pukul 9.51,16 November 2016,yang sempat di Screnshot oleh Netizen seraya  menandai #mention akun resmi Ahok Btp  tersebut.
Rabu kemarin Ahok ditetapkan sebagai tersangka kasus penistaan agama yang sempat mengutif Surat Al-Maidah Ayat 51.
Hari itu,jagat media sosial ini juga diramaikan oleh pendukung Ahok lewat tanda pagar [tagar] #KamiAhok tersebut.
Usai berkicau begitu,Grab Indonesia ramai dikecam oleh pengguna media sosial twitter tersebut dan [netizen] atas kicauan itu.

Netizen dengan akun Fery koes ‏@FKushendar
misalnya, Rabu kemarin, menulis:

@GrabID @basuki_btp
wah parah ikutan politik juga nih

Bahkan,banyak dari netizen yang mengaku langsung menghapus aplikasi Grab di perangkat digitalnya masing -masing milik mereka karena kicauan itu.

Pantauan media langsung,kecaman atas perusahaan tersebut pun masih mengalir hingga Kamis (17/11/2016) pagi waktu di Jakarta.

Netizen dengan akun Aryo Anindito Rio

Rio‏@aryo_anindito
berkicau:
@GrabID dukung penista agama? Ternyata berpolitik ya?
Kami sudah uninstall aplikasi anda.

Akun Untung Kasirin

Kasirin‏@untungkasirin:
@GrabID kalo lagi g pake kendaraan sendiri, sy milih grab ketimbang yg lain. skrg sy milih uninstall krn keberpihakan grab bye bye!!!

Roni Sukmajadi
Sukmajadi‏@RSukmajadi:
@GrabID terima kasih Grab atas keberpihakan politiknya,Mohon maaf saya harus uninstall aplikasinya ya.
Saya pake transportasi online lain aja.

Pengguna media sosial dengan akun Senja Fitrani Roni
Roni ‏@jimbrons sampai mengatakan,ini tindakan bunuh diri oleh @GrabID

Bantahan Grab

Atas kicauan yang ramai tersebut Grab Indonesia telah menyampaikan di akun twitternya dan telah melayangkan bantahannya mendukung Gubernur Dki Non Aktif Ahok tersebut.

Kicawan @GrebID:

*Sempat terjadi pelanggaran atas akses akun resmi kami
Grab tidak memihak kepada afiliasi politik mana pun,Mohon maaf atas kesalah pahaman yang ditimbulkan*

Kicawan dan twitan akun resmi ‏@GrabID pada tertanggal 16 November 2016.

Akun @GrabID membantah dukung Ahok.

Kicauan sebelumnya yang menyatakan dukungan atas Ahok pun sudah tak terlihat lagi di lini masa [timeline] akun resmi @GrebID tersebut.
Kemungkinan sudah dihapus setelah mendapat kecaman Unistal publik di media sosial twitter.

Meski sudah membantah,netizen tidak sepenuhnya percaya,Banyak yang justru mempertanyakan,mengapa bisa terjadi

“Atas pelanggaran akses akun Resmi Greb Indonesia” tersebut.

@GrabID kok begitu mudah yak akun resmi dimanfaatkan atau digunakan, hehehe, mimin-nya perlu dipilih ulang,” kicau akun Mr. T ‏@tarsihekaputra membalas twit bantahan Grab Indonesia tersebut.

Akun lain pun ramai-ramai membalas bantahan itu.

Sarok Kuaci ‏@henrydeddy menulis:
@GrabID akun publik harus netral.”

BOY CRUSH ツ ‏@Raviarkam:
@GrabID Kalau tangan ente gatel buat ngetwit n beri dukungan…
Ente pake akun ente sndiri aje min… Kagak pinter amat lu jadi admin 😏.

Fatmi wardhani ‏@fatmi_wardhani:
@GrabID saya juga UNINSTALL.
bye grab saya mah kesian sama drivers kamu tapi klakuan adminmu yg bikin eneg.

K360 J4L!n64n ‏@iwanpurwanto57:
“@GrabID kl memang dukung @basuki_btp hrs konsisten dong Angkut aja penumpang khusus ahokers Sehari 1jt penumpang tuuuh.”

Baguus ‏@bagussetya80:

@GrabID jika benar, aku akan uninstall dan karna membela ahok penista alquranku maka aku akan ajak temen2ku untuk melakukan hal serupa.

Selain itu, banyak juga netizen mengaitkannya dengan kejadian perusahaan aplikasi transportasi lain yang dinilai pernah turut mendukung Ahok.

Pengguna media sosial dengan akun Aldhira ‏@aldhiraaa, misalnya, berkicau:

Kemaren @gojekindonesia dukung Ahok pake sebar petisi tangkep Buni Yani, sekarang @GrabID Kalian ini cari duit atau mau bikin partai sih?

Malik Ibrahim ‏@malik1897 menulis:

“Waktu itu @gojekindonesia, ehh sekarang @GrabID ckckckkk.. yakalee masih bilang di bajak 😁😁😁 #ngehek.”

Hingga berita ini disusun, Kamis pagi sekitar pukul 09.15 WIB, tak ada lagi pernyataan resmi lainnya dari Grab Indonesia di akun tersebut terkait kejadian ini.*

Rep: SKR
Editor: Achmad ilham
sumber:hidayatullah.com

Aksi Damai Bela Islam Di Gedung Sate Bandung Jawa Barat akan Turun Tanggal 2 Desember 2016

02.33
•

Jakarta Mediasangmuslim.com - Sejumlah Ormas organisasi masyarakat Islam di Jawa Barat turun ke jalan dan memadati Gedung Sate Jawa Barat Bandung jumat 18/11/16.
Mereka yang tergabung dalam (API)Aliansi Pergerakan Islam Jabar menuntut AHOK Basuki Tjahaja Purnama segera ditahan (ditahan).
Massa dengan mayoritas yang mengenakan busana jubah putih itu turun ke Jalan Diponegoro atau tepatnya di depan Gedung Sate Bandung jawa barat pada hari Jumat 18/11/2016 dengan mengusung beberapa tulisan agar Gubernur non aktif DKI Jakarta segera ditahan pasca berstatus tersangka.
"Ahok secepatnya harus ditangkap dan ditahan untuk mencegah kemungkinan melarikan diri keluar negri seperti kasus kasus mafia korupsi."ungkap Asep Syaripudin,koordinator aksi bela islam sejabar tersebut.
Menurut dia,putusan Bareskrim Mabes Polri yang menyatakan Ahok sebagai tersangka dan hanya dicekal merupakan tindakan diskriminatif dan bertentangan hukum di indonesia,Baginya.
semua orang kedudukannya sederajat dalam hukum di indonesia.
"Makannya penista agama itu sudah layak ditahan dan di jebloskan kedalam penjara"tuturnya.
Dia menambahkan, aksi turun ke jalan ini dilakukan bukan membawa isu SARA dll. Aksi ini murni dilakukan karena hati umat islam tergerak dan menuntut penista agama di hukum dengan hukuman yang setimpal hal ini yang dinilai menyakiti banyak hati umat muslim saat ini.
"Ini murni agar seorang penista agama diadili."Tuturnya.
Menurutnya,ini gara-gara seorang Ahok ihwal ucapan Surat Al-Maidah ayat 51 justru negara ini semakin memanas dan menhuatirkan.
Di tambah lagi ada gelagat pemerintah yang secara tidak langsung seperti membela Ahok.
Padahal sebelum kejadian itu,kondisi Indonesia cukup tentram dan jauh dari benturan unsur pemecah belah bangsa seperti saat ini,apa lagi banyak di kalangan .

"Kami mencintai indonesia dan mendukung NKRI dari segala unsur pemecah belah bangsa."tandasnya.

Pantauan mediasangmuslim.com, sekitar pukul 14.00 Wib ada sekitar 1.000 massa yang turun melakukan demonstrasi saat itu. Mereka secara bergiliran melakukan orasi di bak mobil terbuka.
Aksi ini sempat menutup Jalan Diponegoro (depan Gedung Sate) dari kedua arah,dan menimbulkan kemacetan.
Aksi mendapatkan pengawalan dari ratusan kepolisian dengan membuat barikade memanjang di depan gerbang kantor Gubernur Jawa barat tersebut.(ipe)

Heboh Aksi Demo Ahok Mulai Meluas sampai Penjuru Nusantara

01.52
•

YANG NYAMBUT PARA PENGURUS, KADER DAN SIMPATISAN PARTAI POLITIK PENGUSUNGNYA SENDIRI, TAPI BILANGNYA DISAMBUT WARGA MASYARAKAT

Info tetangga sebelah

Ahok akan tetap kampanye ke kampung - kampung yang akan didatangi adalah kantong-kantong suara PDI-P yang ada dijakarta mereka berangkat dari rumah Lembang dan semua satgas parpol pendukung seperti ,AMK ,AMPG , GARDA NASDEM , PEMUDA HANURA DAN SATGAS PDIP mengawal Ahok saat kampanye ke kampung - kampung

Pada saat dilokasi kampanye sudah di skenariokan warga menyambut didepan rumah dan ada yang keluar rumah di iringin dengan yel-yel , nanti ada ibu-ibu yang nangis dan orang tua yang sakit pakai kursi roda memberikan dukungan terhadap Ahok

Kepada warga yang tinggal di hunian kost Ahok berkomunikasi langsung dan mengajak mereka pindah kerumah susun agar lebih manusiawi lagi taraf hidupnya

Yang jelas acara tersebut sudah disetting secara sempurna oleh timses Ahok -djarot

Terima kasih ...

KURANG AJAR! PASCA RESMI JADI TERSANGKA PENISTAAN AGAMA, ZHONG WAN XIE KEMBALI HINA DAN FITNAH ULAMA! SEGERA TANGKAP ZHONG SANG PENISTA AL-QUR'AN DAN PEMFITNAH ULAMA!!!

01.47
•

KURANG AJAR! PASCA RESMI JADI TERSANGKA PENISTAAN AGAMA, ZHONG WAN XIE KEMBALI HINA DAN FITNAH ULAMA! SEGERA TANGKAP ZHONG SANG PENISTA AL-QUR'AN DAN PEMFITNAH ULAMA!!!

Setelah Ahok ditetapkan jadi TERSANGKA pada Rabu PAGI tgl 16 Nov 2016, ternyata pada hari yang sama melalui Wawancara ABC News Ahok MEMFITNAH secara terbuka bahwa para Peserta Aksi dibayar per orang Rp. 500 ribu. Padahal, para peserta aksi adalah Habaib, Ulama, Tokoh Nasional, dan Umat Islam.

Lihat Pernyataan Ahok tersebut di sini: http://mobile.abc.net.au/news/2016-11-16/jakarta-governor-suspect-in-blasphemy-case-indonesian-police/8030406?pfmredir=sm

http://www.habibrizieq.com/2016/11/ahok-terus-hina-ulama.html?m=1

DIFITNAH DIBAYAR 500 RIBU RUPIAH UNTUK IKUT AKSI DEMO 411, TOKOH TIONGHOA LIEUS SUNGKHARISMA RESMI LAPORKAN AHOK KE POLISI!

01.45
•

Jakarta Mediasangmuslim.com - DIFITNAH DIBAYAR 500 RIBU RUPIAH UNTUK IKUT AKSI DEMO 411, TOKOH TIONGHOA LIEUS SUNGKHARISMA RESMI LAPORKAN AHOK KE POLISI!

Jum'at, 18 November 2016

Jakarta - Tokoh Tionghoa dan pejuang anti korupsi Lieus Sungkharisma hari ini Jum'at 18/11/2016 akhirnya melaporkan Ahok ke polisi karena telah memfitnah dirinya dan jutaan peserta aksi demo 4 November 2016 adalah massa bayaran dengan upah 500 ribu rupiah per orang.

Makin banyak saja rakyat Indonesia yang melaporkan kedzalliman dan fitnahan Ahok, semoga memberanikan polisi untuk segera bertindak untuk menegakkan hukum yang tegas dan adil.

Ayo pak polisi TUNGGU APA LAGI?!? segera TANGKAP dan PENJARAKAN Zhong Wan Xie alias Ahok sang koruptor dan penista agama karena terus merusak, mengadu domba dan memecah belah kerukunan umat beragama di Indonesia!

AHOK HARUS DITAHAN KARENA

01.41
•

Jakarta Mediasangmuslim.com - Pernyatan Sikap GNPF MUI :

AHOK HARUS DITAHAN KARENA :

1. Sudah dinyatakan sebagai TERSANGKA dengan ancaman 5 TAHUN PENJARA sesuai Pasal 156a KUHP.

2. Berpotensi MELARIKAN DIRI walau sudah DICEKAL Mabes Polri.

3. Berpotensi HILANGKAN BARANG BUKTI lainnya, selain yang sudah disita POLRI, termasuk perangkat rekaman resmi Pemprov DKI Jkt yang berada di bawah wewenangnya.

4. Berpotensi MENGULANGI PERBUATAN sesuai dengan sikap AROGANNYA selama ini yang suka mencaci dan menghina Ulama dan Umat Islam, spt pernyataannya pada hari yang sama dirinya dinyatakan sebagai tersangka Rabu 16 November 2016 di BBC News yang menyatakan bahwa peserta Aksi Bela islam 411 dibayar per orang Rp.500 ribu.

5. Pelanggarannya terhadap HUKUM telah membuat HEBOH NASIONAL & INTERNASIONAL yang BERDAMPAK LUAS, serta telah menyebabkan jatuhnya KORBAN luka mau pun meninggal dunia, bahkan berpotensi PECAH BELAH Bangsa dan Negara Indonesia.

6. Selama ini semua TERSANGKA yang terkait Pasal 156a KUHP langsung DITAHAN, seperti Kasus Ariswendo, Lia Aminuddin, Yusman Roy, Ahmad Musadeq, dsb, sehingga tidak ditahannya Ahok setelah dinyatakan sebagai Tersangka terkait Pasal 156a KUHP menjadi preseden buruk bagi Penegakan Hukum.

Karenanya :

JIKA AHOK TIDAK DITAHAN
MAKA GNPF MUI AKAN GELAR :

AKSI BELA ISLAM III
2 DESEMBER 2016
JUM'AT KUBRO & MAULID AKBAR
AKSI DAMAI & DOA UNTUK NEGERI

Shalat Jum'at & Istighotsah di sepanjang Jalan Protokol Sudirman - Thamrin

ULAMA & UMAT ISLAM TETAP BERSATU RAPATKAN BARISAN

WASPADA PENGGEMBOSAN DAN ADU DOMBA

IKHLASKAN NIAT & BULATKAN TEKAD

Wallaahul Musta'aan
Sumber:
http://www.habibrizieq.com/2016/11/pernyataan-sikap-gnpf-mui.html

Aksi Bela Islam III, Resmi tgl 2 Desember 2016

01.37
•

Jakarta Mediasangmuslim.com - Aksi Bela Islam III, Resmi tgl 2 Desember 2016
Hasil Conference GNPF MUI di Jakarta:
1. Kita bukan tidak bersyukur dengan status Ahok tersangka, kalau Ahok tidak ditahan, kita harus tetap turun.
#aksibelaIslam
2. Para ulama minta waktunya jangan di bulan Safar.
3. Turun tetap hari Jumat, jumatan dari Semanggi-Istana Negara.
4. Aksi kita berjudul Aksi Bela Islam Jilid 3 Super Damai.
5. Siapkan stamina antum semua...kita akan tetap turun di tanggal 2 Desember 👊
6. Buruh siap turun dan jadi aksi mogok nasional.
7. Terkait isu rush money itu bukan didalangi oleh GNFP-MUI. Tapi kita tidak akan menghalangi, silahkan saja.
8. Terkait aksi tanggal 25 November 2016 kami persilahkan untuk tetap aksi, tapi GNPF akan fokus menyiapkan aksi tanggal 2 Desember.
9. Aksi ke depan akan sangat rawan provokasi.
11. Kita jangan terbawa setting mereka.
10. Oknum penguasa yang tidak suka Islam akan memanfaatkan aksi besok kalau terjadi chaos akan menggulung seluruh habitat umat Islam.
12. Aksi kemarin selama 3 hari aparat menghabiskan biaya pengamanan 30 milyar.
14. aksi harus damai.
13. Di tubuh pemerintah pecah tapi tidak berani. Anti islam dan yang memiliki agenda sendiri.
15. Kita sedang ditarbiyah oleh Allah untuk bersabar dalam perjuangan.
16. GNPF terdiri dari seluruh ormas : FPI Mathlaul Anwar, PUI, HMI DIPO dan MPO Bersatu, Pemuda PUI, Sulawesi Bersatu, forum RT/RW se-DKI Jakarta dll.
17. Karena ini adalah aksi super damai, maka harus dicerminkan dalam orasi dan yel yel.
18. Acara tgl 2 Desember kita menghadirkan para hafizh agar mereka bisa diberi ruang untuk berdzikrullah membaca Al Quran.
19. Muhammadiyah siap turun tapi tanpa bendera sendiri, tapi memakai bendera KOKAM (Komando Kawal Al Maidah). Sudah ada 134 cabang yang konfirmasi.
20. Setiap ormas harus berkontribusi. Contoh A'a Gym bersih-bersih, AQL toilet berjalan.
21. Sudah ada logo baru
22. Aksi ini menyadarkan umat islam akan pentingnya kepemimpinan ulama di negeri ini.
Sumber: Ust. Akib, DPP Hidayatullah.

GNPF MUI Minta DPR Selidiki Tindakan Represif Aparat (Polisi) dalam Aksi 411

00.24
•

Jakarta Mediasangmuslim.com - Sejumlah Ormas,Tokoh ulama,Dan Tokoh yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia [ GNPF - MUI ] Mulai melakukan pertemuan dengan pimpinan DPR RI di Ruang Rapat Pemimpin DPR Senayan Jakarta,Kompleks Parlemen,Pada Hari Kamis (17/11/2016).

Delegasi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majlis Ulama Indonesia GNPF - MUI yang hadir Dalam Rapat antara lain Habib Rizieq Syihab,Munarman,KH Shabri Lubis,KH Abdul Rasyid Abdullah Syafiie,KH Muhammad al Khaththath,Hj Nurdiati Akma dll.

Sementara Dari pimpinan DPR yaitu Ketua DPR RI Ade Komarudin bersama empat wakil ketua antara lain Fahri Hamzah,Fadli Zon,Agus Hermanto, Dan Taufik Kurniawan .

Pembina GNPF - MUI Habib Rizieq Syihab mengatakan,pertemuan dengan Anggota DPR tersebut untuk meminta DPR menggunakan kewenangannya untuk memanggil sekaligus menyelidiki dan meminta keterangan Presiden kenapa pada aksi damai 4 November 2016 yang lalu tidak mau menemui delegasi ulama,Dan Umat Muslim.
"Padahal kami datang secara baik-baik dan Penuh Damai untuk melakukan dialog masalah penegakan hukum terkait penistaan agama yang dilakukan Oleh Gubernur Non Aktif Ahok"Tuturnya.
Menurut Habib Rizieq Syihab,keputusan Presiden meninggalkan para ulama dan jutaan Umat( rakyat )yang ingin menemuinya merupakan tindakan yang tidak terpuji Dan Memalukan.
Tuturnya tak ada alasan bagi Jokowi untuk tidak terima para delegasi ulama yang Tergabung Dalam GNPF - MUI Dan koordinator massa aksi sejak jauh hari juga telah berkomunikasi agar Jokowi mau menemui para ulama Pada Hari Jumat 4 November 2015 yang Lalu.
"Dan kami tegaskan bahwa tidak ada acara yang lebih penting selain Presiden harus menemui Ulama Dan jutaan Umat Muslim( rakyat ) yang mendatanginya Saay itu"jelasnya.
Tak hanya itu saja,Habib Rizieq juga menjelaskan mengapa massa belum juga bubar setelah pukul 18.00 WIB 4 November 2016 yang Lalu.
Itu dikarenakan pertemuan perwakilan ulama dengan Wapres Jusuf Kalla masih berlangsung Dan Masih Dalam Dialog.
"namun itu delegasi kita yang masih melakukan nego dengan wapres dan pendampingnya adalah K.H Arifin Ilham menemui Wapres.
Kami di luar masih menunggu tapi ternyata akhirnya aparat melakukan tindakan Kasar represif yang Tidak Terpuji Tersebut.
Kami tolak apabila aparat melakukan tindakan represif itu sebagai bentuk Protap bahwa jam 18.00 WIB itu bubar tentunya ketertiban umum harus dikedepankan di atas Protap tersebut.
Seharusnya saat proses negosiasi tidak boleh ada tembakan dari aparat apa lagi dalam aksi damai kemarin 04 November 2016"sebut Habib Rizieq.
Bahkan saat terjadinya tembakan gas air mata,aparat seolah-olah tidak melaksanakan instruksi Kapolri dan Panglima TNI yang minta dihentikan tembakan yang di tujukan ke ulama dan umat muslim.
"Ini yang membuat kami curiga,ada komando lain yang menggerakkan aparat di lapangan Tersebut"Tutur Habib Rizieq Syihab.
Oleh karena itu saya dan Tokoh GNPPF-MUI meminta DPR untuk menyelidiki tindakan refresif dari aparat tersebut sehingga menyebabkan para ulama habib dan ratusan massa terluka bahkan ada yang meninggal apa lagi kami dalam aksi damai,bukan aksi menggulingkan pemerintahan.
"Kami tidak menerima adanya upaya pembantaian terhadap massa aksi damai Kemarin "Tuturnya Habib Rizieq Syihab.
Mendengar pemaparan tersebut,Ketua DPR RI Ade Komarudin berjanji akan meneruskan pemasalahan ini dalam rapat DPR RI.
"Kami akan mendorong, mengkomunikasikan ini kepada alat kelengkapan yang bertugas untuk pengawasan di sektor penegakan hukum yaitu Komisi III,yang pada 4 November juga memberikan advokasi,"kata Ade Komarudin.
"Soal hak-hak tadi,pasti akan kami komunikasikan kepada para anggota tentang hak tersebut,karena itu memang hak anggota dan kami akan komunikasikan pesan para ulama dan habib yang tergabung dalam GNPF MUI dan akan kami komunikasikan pada rapat konsultasi dan pimpinan fraksi "Tutur Ade Komarudin anggota DPR RI tersebut.[adhila]

Penyunting Berita:[ipe]

Uang Orang Islam Rp 2.655 Triliun, Ekonom: Aksi Tarik Uang Bisa Jatuhkan Jokowi

20.21
•

Jakarta Mediasangmuslim - Ekonom Indonesia, Ichsanuddin Noersy menyatakan reaksi umat Islam untuk melakukan aksi penarikan uang dari perbankan merupakan perkara yang serius dan bisa menjatuhkan rezim yang berkuasa akibat tekanan dan ketidak mampuan mengendalikan resiko ekonomi yang akan terjun bebas.
Untuk itu Ichsanuddin meminta pemerintah bertindak bijaksana dan mampu merangkul umat Islam yang sedang kecewa atas dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta Ahok Non Aktif.

“Tentunya Ini sangat berbahaya,Di ingat rupiah akan jatuh sejatuh-jatuhnya dan menimbulkan resiko politik yang paling buruk” kata Noersy saat diskusi publik di kawasan cikini,hari Senin (17/11/16)
Lebih jauh Noersy memaparkan bahwa saat ini terdapat struktur uang yang ada yakni Rp4.576 triliun Rupiah dari jumlah tersebut, ada Rp2.655 triliun Rupiah atau 46 persen merupakan milik orang Muslim (Islam)
Jika saja orang muslim menarik 50 % dari Rp2.655 tersebut,Maka ia memprediksi akan terjadi benturan pada lembaga keuangan negara Indonesia serta Kementerian Ekonomi di dalam negara.
“Puncak dari resiko itu berujung setidaknya pada politik.
Perbankan akan mencari pinjaman dana yang luar biasa,rupiah akan ambruk dan terpuruk”Tuturnya.

Sumber :eramuslim.com

Habib Riziq Yakin Ahok Di Penjara

01.09
•

JAKARTA Mediasangmuslim.com - Imam besar Habib Muhammad Rizieq bin Husein salah satu Pemimpin organisasi masyarakat Front Pembela Islam,Petinggi FPI,Habib Muhammad Rizieq bin Husein Shihab yakin Basuki Tjahaja Purnama,atau yang sering di sapa Ahok akan dijebloskan ke dalam penjara, terkait kasus penistaan agama yang saat ini (16/11/16) sedang dalam proses.
"Habib Muhammad Rizieq bin Husein Saya yakin dan Optomis dengan kelengkapan saksi dan alat bukti tersebut,kekuatan argumentasi,Insya Allah saya berharap Ahok dapat masuk penjara" Tutur Rizieq di Mabes Polri kemarin (15/11/16)Jakarta Selatan, Selasa 15 November 2016.

Petinggi FPI menuturkan,gelar perkara kasus dugaan penistaan agama ini yang berlangsung di Rupatama Markas Besar Polri,berjalan dengan baik Dan lancar.
Kami yakin dan berharap dengan kelengkapan alat bukti dan kelengkapan saksi saat ini,juga kekuatan argumentasi hukum dan nanti kita tunggu saja,katanya Keputusannya Besok Pagi 16November 2016.
Dalam gelar perkara terbuka ini,para pelapor dan terlapor,sama-sama membawa sejumlah saksi dan ahli di bidang terkait perkara Tersebut.
Seperti,ahli pidana,ahli bahasa,dan ahli agama,Namun Ahok nggan Hadir dalam Gelar Perkara tersebut,setelah di selidiki ternyata para Timsus Ahok menghimbau untuk Ahok tidak di perkenankan ikut di karenakan Takut menimbulkan Argumen dan stigma negatif,imbuh politikus mantan partai demokrat tersebut,yang dengan gigihnya mendukung Ahok.(ipe)

Jika demikian apa menurut kalian?...

Mahfudz Siddiq : Presiden Tak Bisa Kerahkan TNI Demi Seorang Ahok

12.49
•
TNI

Jakarta Mediasangmuslim.com - Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfudz Sidik menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir dengan adanya isu yang menyebutkan bahwa (TNI) Tentara Nasional Indonesia akan digerakkan oleh presiden untuk berhadap-hadapan dengan rakyat Pada Aksi 25 November 2016 Nanti.
Hal itu dikatakannya menanggapi persepsi yang berkembang terkait safari Presiden Jokowi ke lembaga pertahanan dan keamanan pasca aksi bela Islam 4/11/16. Dan untuk menghadapi aksi lanjutan pada 25 November 2016 nanti.
Menurut mantan Ketua Komisi I DPR ini, TNI berasal dari rakyat dan merupakan garda terdepan dalam pengamanan negara. Serta menjadi alat negara dalam situasi yang mengancam NKRI.
Secara otomatis TNI tidak peduli siapapun jika memang ada yang mengancam NKRI. TNI,Tutur Mahfudz, akan bergerak cepat untuk mengamankan Negara.
“Doktrin yang tertanam dalam setiap prajurit TNI itu,NKRI harga mati.
Dia menjadi garda terdepan dalam mempertahankan negara.
Pemerintahan hanyalah bagian dari sebuah negara,” ujar Mahfudz di Jakarta, Minggu (13/11/16).
Loyalitas TNI dalam konteksnya kepada presiden sebagai panglima tertinggi TNI adalah selama tidak membahayakan negara. Jadi rakyat tidak perlu khawatir jika ada pihak yang seolah-olah dapat memanfaatkan TNI.imbuhnya.
Lebih lanjut,Anggota komisi IV DPR ini mengaku banyak mendengar pertanyaan masyarakat akan sikap langkah presiden yang membingungkan Tersebut.
Dalam pernyataannya di hadapan para ulama dan tokoh ormas Islam,presiden selalu mengatakan tidak akan mengintervensi kasus hukum terhadap pelaku dugaan penista agama,yakni Ahok. Tapi disatu sisi,banyak tindakannya yang bisa ditafsirkan sedang unjuk kekuatan. Seperti menyambangi Brimob,marinir,Kopassus dan lain-lain yang justru terlihat seperti ingin “menakut-nakuti Dan Menunjukan" kepada rakyat.
Belum lagi beberapa aktivis mahasiswa dan tokoh politik yang mulai disasar oleh aparat keamanan.
Hal ini tindakan politik yang aneh dan akan menimbulkan banyak pertanyaan dan banyak konflik di Masyarakat akan menilai pernyataan presiden tidak akan melindungi Ahok tidak tulus, karena dibarengi dengan isyarat unjuk kekuatan,” imbuhnya.
“TNI dengan semua unsurnya dalam UU sebagai alat pertahanan negara yang Berasal Dari Masyarakat.
Jadi, tidak mungkin seorang presiden sekalipun boleh menggerakkan TNI untuk berhadapan dengan rakyat demi membela seorang Ahok yang menistakan Agama islam.
Ahok bukan negara Bahkan presiden pun secara personal juga bukan negara,” Tutur mahfudz.
Dia pun heran dengan sikap presiden Jokowi dalam menanggapi kasus penghinaan terhadap kitab suci Al-Quran tersebut seolah olah dia melindungi Ahok Sebab, yang dipahami masyarakat adalah Ahok sebagai pemilik masalah,Arogan namun justru Jokowi yang terlihat sibuk Mundar Mandir di kalangan Ulama,Dan Tentara semacam Polisi dan TNI,Sebelum Ke Sarang TNI Jokowi Pun Datang Mengunjungi MANGKO BRIMOB untuk menyatakan Bahwa Dia Adalah Panglima Tertinggi.
”Masyarakat yang cerdas akhirnya menduga-duga Tentang Sikap Jokowi ada kaitan apa Ahok dengan Jokowi?...
Maka muncul lah dugaan kalau Ahok diproses hukum yang ketiban pulung,” Tutur Mahfudz.
Mahfudz menambahkan, berbagai langkah Jokowi itu pun malah semakin memperlihatkan bahwa ada gejala dan gelagat yang tidak beres di pemerintahan yang Di Pimpinnya.
“Ini tanda-tanda abuse of power.
Yaitu ketika presiden menggunakan berbagai instrumen kekuasaan untuk mengamankan satu perkara yang bukan agenda nasional dan bukan untuk kemaslahatan negara pungkasnya.
Ia pun mengingatkan, bahwa Presiden memang lah Panglima tertinggi tetapi loyalitas TNI hanya kepada Negara bukan Presiden.
“Jika presiden tidak diingatkan maka sangat mungkin yang akan marah bukan saja kalangan ummat Islam,tapi akan melebar ke kalangan aktivis pro-demokrasi yang akan menimbulkan Kudeta Tandas Mahfudz.
Presiden Joko Widodo (baris depan, kanan) didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kedua kanan), KSAL Laksamana TNI Ade Supandi (ketiga kiri) berdiskusi dengan Komandan Korps Marinir TNI Mayjen TNI (Mar) R.M. Trusono (tengah) saat upacara pengarahan kepada pasukan Marinir di Lapangan Utama Markas Korps Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (11/11).
Presiden menegaskan loyalitas Korps Marinir TNI Angkatan Laut kepada negara dan rakyat, setia pada Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika sudah tak perlu diragukan lagi.

MUI Sulawesi Selatan: Kasus Ahok Jadi Pembelajaran

12.15
•

Makasar Mediasangmuslim.com - Mahasiswa dari Gema Pembebasan melakukan aksi unjuk rasa di Gedung Sate,Kota Bandung,5/11/16.
Mereka menuntut pemerintah untuk segera memproses Gubernur (Ahok) Basuki Tjahaja Purnama alias terkait penistaan agama yang menjeratnya.
(MUI) Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Selatan mengharapkan kasus penistaan agama oleh Calon Gubernur Petahana Basuki Thajaja Purnama atau Ahok yang kini ditetapkan tersangka menjadi pembelajaran Kedepannya Untuk Para Non Muslim,Jangan Asal Ngomong soal Aqidah Agama Lain.

"Kejadian ini mesti menjadi pembelajaran agar orang tidak sembarangan bicara," imbuhnya Ketua MUI Majelis Ulama Indonesia Sulawesi selatan AGH Sanusi Baco di Makassar, Rabu, 16/11/16.
Menurut dia, berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW tidak boleh terlalu banyak bicara karena akan merugikan dirinya sendiri dan orang lain akibat ucapannya.
Kasus Cawagub DKI jakarta Ahok, kata Sanusi Baco, adalah pembelajaran berharga kepada seluruh umat agar berhati-hati mengucapkan kata-kata yang bisa menyinggung perasaan orang dan bisa berakibat fatal.
"Selanjutnya kita berdoa apa yang diharapkan mudah-mudahan proses ini sampai tercapai apa yang diinginkan umat Islam," Tuturnya.
Dirinya juga mengimbau agar masyarakat dilarang banyak bicara sehingga tidak merugikan orang lain disekitarnya bila terIalu banyak bicara.
"Nabi bilang yang banyak bicara akan banyak potensi kesalahannya," ulasnya.
itulah yang terjadi dengan Ahok.
Saat ditanyakan tentang agenda aksi susulan secara besar-besaran pada 25 November 2016 Aksi Damai Bela Agama Jilid III kata dia,sebaiknya tidak usah turun dan biarkan penegak hukum memprosesnya.
Sebelumnya, Ahok dituding melakukan penistaan agama saat melakukan kunjungan politik pada warga di Pulau Seribu,Jakarta Utara, pada 27 September 2016.
Ucapan yang diduga menistakan agama itu direkam dan sebarluaskan Buni Yani hingga menjadi viral dan memancing reaksi umat Islam sehingga dilaporkan ke penegak hukum oleh ormas Islam Dan Pemuka Agama.
Kejadian 4 November 2016 Lalu ini pun memuncak dan hampir seluruh daerah termasuk di Jakarta menggelar aksi damai dan akkhirnya berujung bentrokan dilakukan oknum Yang Tidak Bertanggung Jawab yang Tujuannya ingin Memfitnah Umat Islam.(ipe)

Ahok di Antara Pendukung Dan Statusnya Sebagai Tersangka

11.56
•

Jakarta Mediasangmuslim.com - Perwakilan dari empat partai politik dan tim pemenangan Ahok - Djarot,menyatakan akan tetap melanjutkan proses pilkada, pasca penetapan status tersangka terhadap calon gubernur inkumben,(Ahok)Basuki Tjahaja Purnama,di Jalan Borobudur.Jakarta Pusat, 16/11/2016.
Puluhan warga Pendukung Ahok memadati rumah di Jalan Lembang Nomor 25-27, Jakarta Pusat,sejak pukul 8 pagi, Rabu,16/11/2016.
Mereka berasal dari berbagai pelosok wilayah di DKI Jakarta dan sama-sama memiliki satu tujuan yakni menemui calon Gubernur DKI Jakarta,(Akok)Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
Sejak Senin, 14 November 2016, Ahok membuka rumah pemenangannya untuk menerima aspirasi masyarakat.
Warga yang berdatangan pun berasal dari latar yang berbeda-beda namun hampir keseluruhan Adalah Para pendukungnya Ahok,Misalnya Ermayanti, penderita kanker usus besar,yang berharap agar Ahok tetap melanjutkan kepemimpinannya.
"Pokoknya Pak Ahok saja ujar Ahoker tersebut Bapak Jangan berhenti sampai di sini.
Makin tinggi pohon, makin kencang angin, Pak," katanya dengan mata berkaca-kaca.
Saat mendengarkan aspirasi, Ahok mencatat keluhan masyarakat yang mendukung dirinya, Sesekali ia menengok ponselnya. Sampai menjelang pukul 10 WIB, tiba-tiba saja politikus Partai Golkar,Yorrys Raweyai datang dan bersalaman dengannya di atas panggung.
Selang beberapa menit, muncul Ruhut Sitompul, juru bicara tim Sukses pemenangan Ahok-Djarot.
Disusul Prasetio Edi Marsudi yang menjabat sebagai Ketua tim sukses.
Rupanya di saat yang bersamaan, Badan Reserse Kriminal Mabes Polri mengumumkan hasil gelar perkara terhadap kasus dugaan penistaan agama yang melibatkan Basuki Tjahaja Purnama  Atau (Ahok)Polisi juga menetapkannya sebagai tersangka.
Dan Melarang Beliau Untuk Berpergian Ke Luar Negri.
Adapun Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) masih fokus mendengarkan keluhan masyarakat yang mendukungnya.
Menjelang akhir waktu kunjungan masyarakat, muncul sebuah pengumuman adanya konferensi pers.
Di ruangan media,Ahok bersama Djarot dan Ruhut Sebagai Juru Bicara Tim Sukses Ahok Jarot, serta para tim relawannya, mengumumkan soal penetapan statusnya sebagai tersangka.
Tidak tampak raut kesedihan di wajahnya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) Dia menyampaikan dia menerima hasil gelar perkara itu.
"Tersangka ini bagi saya, yang akan saya terima. Saya akan ikuti proses hukum dengan baik," ujarnya.
Selang beberapa jam kemudian, tim kuasa hukum Ahok juga menggelar konferensi pers dan menyatakan tidak akan membantah prosedur penetapan tersangka Tersebut Dengan kata lain, mereka tidak akan mengajukan praperadilan.
Tak lama setelah itu,rumah pemenangan Ahok lainnya,di Jalan Borobudur, mulai dipadati sejumlah pejabat partai politik, sejak pukul 16.00 wib 16/11/16.
Antara lain, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Fayakhun; politikus Partai NasDem, Bestari Barus, Sophia Latjuba, Wibi Andrino; politikus Hanura, Miryam Haryani; politikus PDI Perjuangan, Charles Honoris, Pantas Nainggolan, Eva Kusuma Sundari, dan Prasetio.
Juga calon Wakil Gubernur DKI Jakarta inkumben, Djarot Saiful Hidayat.
Mereka mengadakan rapat tertutup di dalam rumah bercat putih tersebut untuk melakukan konsolidasi. Dua jam kemudian, perwakilan tiap partai beserta tim sukses pun menggelar jumpa pers dan menyatakan akan tetap mendukung pasangan inkumben, Ahok-Djarot.
Meski Ahok tersandung kasus dugaan pidana,keempat partai mengaku solid dan tetap menghormati proses hukum yang berjalan."Bahkan dengan ditetapkannya Ahok sebagai tersangka,tidak akan akan menyurutkan kami untuk melakukan strategi pemenangan," ujar sekretaris tim pemenangan Ahok-Djarot, Ace Hasan Syadzily, yang merupakan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar.imbuhnya.(ipe)

Seorang Aktifis Di Tangkap Karena Mengkritiki Irjen Pol Iriyawan

10.08
•

Jakarta Mediasangmuslim.com -
Aparat kepolisian menangkap seorang aktivis kemanusiaan asal Bekasi, Muhammad Hidayat Simanjuntak, di rumah kontrakannya di Kavling Wisma Asri, Bekasi, Jawa Barat, pada hari Selasa kemarin (15/11/2016).
Diduga, Hidayat ditangkap karena postingannya di media social yang mengkritik Tajam aparat kepolisian saat aksi bela Agama jilid II 4 November 2016 yang lalu.
Yayuk istri Hidayat, mengungkapkan bahwa suaminya yang sehari-hari bekerja sebagai wiraswasta itu ditangkap di kediamannya waktu bada Ashar.
Iya, tadi sore pas Ashar,kata Yayuk, Selasa (15/11/2016).
Menurut Yayuk, ada kejanggalan dalam proses penangkapan suaminya Tersebut.
Saat itu, aparat kepolisian mendatangi Kediamannya dengan menggunakan dua mobil kijang.
“Jadi pas Ashar itu, polisi datang dua mobil, lalu suami saya di bawa( ditangkap ).
Anehnya,ada surat penahanan tapi surat itu tidak diberikan ke saya,Mereka membawa lagi surat penangkapan tersebut,Tutur yayuk saat di mintai keterangan oleh mediasangmuslim.com
Saat ditemui, Yayuk menyebutkan bahwa suaminya diamankan aparat kepolisian Subdit Cyber Crime Polda Metro Jaya (15/11/16).
“Dibawa ke Polda Metro Jaya, sama polisi bagian cyber crime,” imbuhnya.
Tanpa meninggalkan bukti surat penangkapan, pihak aparat kepolisian hanya membuat coretan di sebuah kertas kosong.

Coretan tersebut berisi nama aparat yang mengamankan, Khoiruddin, Subdit IV Cyber Crime, Ditreskrimsus, Polda Metro Jaya bahwa selain ditangkap,ada sejumlah barang yang disita dari rumah Hidayat, yakni; satu unit laptop merk Acer,dan satu buah modem Bolt, satu buah ponsel merk Vivo di amankan untuk barang bukti.
Menurut keterangan Yayuk, suaminya ditangkap karena diduga telah mengkritisi aparat kepolisian dengan mengunggah dan menyebarkan video yang memperlihatkan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan pada saat di tengah massa Aksi Bela Islam II, pada Jum’at 4 November2016yang lalu,dengan anggapan telah memprovokasi melalui media sosial.
yayuk menuturkan Setahu saya,bapak bukan orang yang pertama kali menyebarkan dan mengupload,dia hanya copy paste saja dan membagikan konten tersebut,sementara penyebar video pertamanya bukan dia dan sudah dihapus,tutur Yayuk.
Saat ini, Yayuk sudah mendapatkan pendampingan dari Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia, sebagai kuasa hukum.
Pihak keluarga hingga saat ini belum mengetahui bagaimana kondisi terakhir pasca penangkapan dan mendesak aparat agar ayah empat anak itu segera dibebaskan.

Saat Kiblat.net mengunjungi akun Facebook Hidayat yang bernama Muhammad Hidayat S, video-video yang dibagikannya hampir semua dari situs Youtube. Yang membagikan, menyukai dan mengomentari postingan-postingan Hidayat yang dianggap provokatif itu pun tidak banyak meski pertemananya mencapai 5000.

Muhammad Hidayat Simajuntak dikenal sebagai salah seorang aktivis kemanusiaan yang selama ini kritis terhadap pemerintah dalam menyikapi kasus dugaan penistaan Al-Qur’an oleh Ahok.
Dia mengasuh sebuah lembaga sosial bernama Sahabat Muslim yang selama ini sangat giat membantu sesama, khususnya kaum dhuafa di Bekasi dan sekitarnya.

Sumber: muslimina.blogspot.co.id

Lagi Lagi Ahok Di Tolak Warga

09.53
•

Jakarta Mediasangmuslim.com - Pasca aksi Bela Islam II pergerakan tolak Ahok ternyata kian masif.

Hal itu dibuktikan makin maraknya penolakan warga Jakarta  atas kehadiran Ahok diberbagai kesempatan kampanye.

Tak hanya itu, ribuan spanduk penolakan Ahok pun tampak bertebaran di lima wilayah Ibukota Jakarta saat maraknya Kampanye Cawagub.

Sebelumnya, sejumlah warga Jakarta Selatan yang tergabung dalam Aliansi Jakarta Selatan menyuarakan penolakan terhadap kepemimpinan (Ahok) Basuki Tjahja Purnama sebagai Gubernur DKI Jakarta untuk periode berikutnya ke II.

Pengacara Ramdan Alamsyah mengklaim bahwa kini sudah terkumpul sekitar 3.300 RT dan RW se-Jakarta Selatan dan 23 organisasi lain menyatakan akan bergabung dengan aliansi tersebut,Tiga ribu tiga ratus RW dan RT se-Jakarta Selatan, serta 23 ormas yang akan bergabung.

 Kami orang Jakarta Selatan melawan kepemimpinan Ahok Jarot,Tegas Ramdan saat konferensi pers di Kediaman Ahmad Dhani, Jakarta Selatan,Salah satu tanda pergerakan tersebut adalah pemasangan spanduk di wilayah Jakarta Selatan, yang diakui Ramdan mencapai 10.000 spanduk berisi penolakan terhadap kepemimpinan Ahok sebagai Gubernur DKI semakin hari semakin banyak.

Kami semua di sini sepakat tidak memilih Gurbernur Ahok dan tidak akan mendukung sedikitpun pasangan Ahok Jarot. 

Kami akan pasang 10 ribu spanduk di seluruh Jakarta Selatan," Tutur Ramdah saat di mintai keterangan.

Terkait maraknya spanduk penolakan terhadap Ahok ini mendapat tanggapan beragam dari para netizen,Ada yang merasa  iba dan kasihan, namun banyak pula yang menyindir.

Salah satu Akun yang bernama @alibaba-rt.

menulis:

@alibata-rt Yang sabar ya Hok,ente kudu ngaca, biar ada pencerahan!!!...

@fitri123 :iya Sich, kacian jg. Trus kampanye nya gmn?...

@farida34 :Jgn mem-vonis temen2, biar gimana juga Ahok manusia biasa, pasti ada salahnya.

@rienBox :Udah, kampanyenya dilaut china selatan aja. Djamin aman g diuber2 warga...

Hingga berita ini diturunkan sudah  ada 317 ciutan dan tanggapan netizen mengomentari maraknya spanduk penolakan atas Cagub No urut II (Ahok)

sumber ini di lansir dari :
beritaindependent
muslimina.blogspot.co.id

Aksi Bela Islam Jilid III, Warga Ponorogo Berangkat dengan 100 Bus

08.52
•

Ponorogo Mediasangmuslim.com - Ribuan umat muslim yang tergabung dalam Gerakan Ahlussunah Waljamaah Malang raya melakukan aksi unjuk rasa tangkap Ahok di depan Balaikota Malang, Jawa Timur, 21 Oktober 2016.
Sejumlah massa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Umat Islam Bersatu (FKUIB) Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, berencana mengikuti aksi bela Islam Jilid III yang direncanakan pada 25 November 2016 di Jakarta.
Mereka bakal diangkut 100 bus menuju Ibu Kota.
Proses pendaftaran berlangsung di halaman rumah salah satu donatur FKUIB di Jalan Semeru, Kelurahan Nologaten, Kabupaten Ponorogo, sejak Senin, 14 November 2016. "Untuk administrasi dan jumlah pastinya (yang berangkat) masih direkap," kata Suwardi ketika dihubungi, Selasa, 15 November 2016.
Ia tidak bersedia menjelaskan lebih rinci tentang rencana FKUIB mengikuti Aksi Bela Islam III. Suwardi menyatakan pihaknya masih bertatap muka dengan Kepala Kepolisian Resor Ponorogo Ajun Komisaris Besar Harun Yuni Aprin di markas kepolisian setempat.
"Nanti saja, pak kyai kami masih di dalam (ruangan Polres). Saya juga masih banyak tamu," ujar Suwardi tanpa menyebut lokasi keberadannya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Suwardi berangkat dari kediamannya ke Markas Polres pagi tadi. Saat Tempo mendatangi rumahnya, pria yang dikenal sebagai pengusaha kedelai ini tidak berada di tempat. "Tadi dipanggil Kapolres," ujar seseorang yang menurunkan tenda dari mobil pikap ke samping rumah Suwardi.

Selain Suwardi tidak berada di rumah, spanduk bertuliskan 'Tempat Pendaftaran Aksi Bela Islam III' yang sebelumnya terpasang di halaman rumahnya juga telah hilang. Sejumlah warga setempat menduga spanduk itu dilepas aparat kepolisian. "Sore kemarin sudah tidak ada lagi," kata salah seorang warga ketika ditemui di dekat kediaman Suwardi.

Ditemui terpisah, Kapolres Ponorogo Ajun Komisaris Besar Harun Yuni Aprin menyarankan warga Ponorogo ikut menggelar aksi Bela Islam di wilayahnya. "Kami berharap (FKUIB) tidak berangkat ke Jakarta. Sebaiknya tetap di Ponorogo," kata dia.

Harun menilai keberangkatan warga Ponorogo ke Jakarta untuk ikut aksi berpotensi menimbulkan masalah bagi setiap individu. "Ada kerawanan tersesat karena Jakarta bukan daerah kita," ujarnya.

MULAI BESOK JUTAAN KARYAWAN MUSLIM DI PHK DI BERBAGAI PERUSAHAAN KAFIR

08.00
•

Jakarta mediasangmuslim.com - Sejumlah karyawan muslim berjilbab yang bekerja di toko Tiara, tepat berada di Mataram Mall mengaku tidak diperbolehkan memakai jilbab saat bekerja. Kebijakan itu sedikit dikeluhkan oleh sebagian karyawan.
Rani, karyawan Toko Tiara mengaku tempat dirinya bekerja tidak memperbolehkan karyawan yang berjilbab untuk memakai jilbab. Sehingga, saat bekerja dirinya harus melepas jilbab yang biasa dipakai sehari-hari. "Iya, tidak boleh pakai jilbab, gak tahu kenapa," ujarnya kepadaRepublika di Toko Tiara, Kamis (8/1).
Ia menuturkan, melepas jilbab saat bekerja terasa berat. Namun, alasan mencari kerja yang sulit membuat dirinya lebih memilih untuk melepas jilbab yang biasa dipakai.
Menurutnya, karyawan Tiara yang memakai jilbab terbilang banyak dan berada di lantai 2 toko Tiara. "Lumayan banyak yang memakai jilbab di lantai dua," ungkapnya.
Senada dengan hal itu, Rina mengatakan ditoko tempatnya bekerja tidak boleh memakai jilbab. Sehingga, mereka yang memakai jilbab dirumah harus membukanya saat mulai bekerja. "Jadi mereka yang pakai jilbab di rumah saat bekerja harus dilepas dan terus saat pulang boleh dipakai kembali," katanya.
Menurutnya, karena kebijakan tersebut membuat beberapa orang yang melamar ke Tiara lebih memilih menolak bekerja ditempat itu. Pasalnya, para karyawan yang nantinya diterima harus melepas jilbab.
Adapun, menurutnya, karyawan bisa memakai jilbab jika saat bulan Ramadan dan khusus di tempat pakaian-pakaian muslim. "Sebagian besar mengeluhkan orang yang memakai jilbab," katanya.

Terpisah, saat dikonfirmasi pihak manajemen menolak untuk memberikan penjelasan dan menolak untuk dikutip pernyataannya. Pihak manajemen yang diwakili oleh seorang perempuan itu lebih memilih meninggalkan wartawan saat dimintai konfirmasi.(ipe)

sumber:http://berita1sl4m.blogspot.co.id/2016/11/mulai-besok-jutaan-karyawan-muslim-di.html?m=1

Ahok Resmi Menjadi Tersangka Namun?....

00.16
•

Jakarta Mediasangmislim.com - Melihat Kelengkapan Saksi dan Bukti serta Kekuatan Argumentasi Para Ahli dan Hasil Laboratorium Forensik saat GELAR PERKARA AHOK Selasa 15 November 2016, maka tidak ada celah lagi bagi Reskrim Mabes Polri kecuali secepatnya meningkatkan PENYELIDIKAN menjadi PENYIDIKAN dengan menetapkan Status Ahok sebagai TERSANGKA.
Selanjutnya, Reskrim Mabes Polri harus segera MENAHAN Ahok karena ancaman pasalnya 5 tahun penjara, sekaligus agar TIDAK MELARIKAN DIRI dan TIDAK MENGHILANGKAN BARANG BUKTI.
Setelah itu, secepatnya limpahkan kasusnya ke Kejaksaan agar bisa segera disidangkan di Pengadilan untuk divonis dengan sanksi hukum maksimal, sehingga menjadi PELAJARAN bagi seluruh bangsa tentang bahaya PENODAAN AGAMA.
Sekaligus pembuktian bahwa :
NEGARA TIDAK BOLEH KALAH OLEH PENISTA AGAMA.
Jakarta Mediasangmuslim.com Hari ini (16/11), Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal Ari Dono Sukamto mengumumkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok resmi menjadi tersangka dalam kasus penistaan agama.
Pengumuman itu disampaikan langsung di Rupatama Mabes Polri Pada Pukul :10:00 WIB (16/11/16)
Dikutip media Online, Ari Dono mengatakan bahwa status Basuki Tjahaja Purnama kini telah meningkat sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama.
Setelah penetapan status Ahok sebagai tersangka,Polri selanjutnya meningkatkan kasus ini ke tingkat penyidikan. Kabareskrim juga mengatakan bahwa Ahok akan dicegah pergi keluar negeri demi kepentingan penyidikan.

Seperti diketahui, perkara dugaan penistaan agama yang di Tujukan kepada Ahok bermula ketika dia melakukan kunjangan kerja ke Pulau Pramuka,Kepulauan Seribu, 27 September lalu,Dengan Menggunakan Atribut Dinas Dki Diapun Menyisipkan Kata Kata Kampanyenya Yang Menyinggung Tentang Aqidah Umat Muslim.
Tentu Saja Sejumlah organisasi kemasyarakatan yang tidak terima Atas ucapan Ahok yang Membawa Bawa Tafsir Ayat Al-Quran Sontak Menjadikan Kontropersi dan hal itu lantas beberapa Oramas Dan Ulama melaporkan Ahok ke kepolisian Atas Tuduhan Penistaan Agama Dan Atas Penghinaan Ulama.
Dan Ahok dinilai melanggar Pasal 156a KUHP dan Pasal 28 Ayat (1) UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Lalu bagaimana tanggapan netizen terkait penetapan status Ahok sebagai tersangka ini?

Banyak komentar yang langsung membanjiri media sosial terkait penetapan status Ahok sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama ini.
Berbagai komentar tersebut ada yang memberikan dukungan kepada Ahok, ada yang bersyukur karena Ahok ditetapkan menjadi tersangka, dan ada juga yang netral dan biasa saja dengan peristiwa ini.

Namun banyak pula kaum muslim yang mau mengawal Proses Hukum Ahok hingga menjadi Tersangka.

 
Copyright © kabarNegriku. Designed by OddThemes